Persediaan Grosir

Tanggal Rilis: Biasanya dirilis setiap bulan 40 hari setelah bulan berakhir dikaji
Waktu Rilis: Pada 10:00 pagi waktu AS timur
Cakupan: Laporan yang akan dirilis pada 9 Mei 2014 akan kronik situasi untuk bulan Maret 2014
Di rilis oleh: Biro Sensus Amerika Serikat


Persediaan Grosir adalah sebuah laporan yang dirilis oleh Biro Sensus Amerika Serikat yang mengukur perubahan total nilai barang yang berada dalam inventori grosir. Dengan kata lain, persediaan grosir mengacu pada total nilai stok barang yang tidak terjual disimpan oleh perusahaan manufaktur. Inti dari laporan ini adalah untuk memberitahu pelaku pasar jika perusahaan mampu menjual barang-barang mereka lebih cepat atau apakah penjualan telah melambat jauh ke titik yang mengarah ke banyak saham yang tidak terjual. Sebuah rincian dari laporan ini juga menunjukkan tingkat penjualan yang dilakukan oleh grosir di samping saham mereka barang tahan lama dan tidak tahan lama yang tidak terjual.

Laporan Persediaan Grosir merupakan indikator pengeluaran bisnis masa depan karena perusahaan ritel lebih cenderung untuk membeli lebih banyak barang dari grosir setelah mereka telah habis persediaan mereka, dan pedagang juga bisa memesan barang lebih dari produsen setelah saham mereka habis.

Waktu Rilis

Laporan Persediaan grosir biasanya dirilis setiap bulan 40 hari setelah bulan dikaji berakhir. Jadi sebuah laporan yang akan dirilis pada 9 Mei 2014 akan kronik situasi untuk bulan Maret 2014. Waktu rilis adalah 10:00 US Eastern Time. Data tersebut dirilis di situs Biro Sensus Amerika Serikat dan juga pada berita independen feed dari Bloomberg dan Reuters Thomas.

Menafsirkan data

Persediaan grosir adalah sebuah rilis berita dampak rendah dan oleh karena itu tidak mampu menghasilkan apapun volatilitas diperdagangkan pada platform forex. Meskipun tidak dianjurkan untuk perdagangan secara langsung sebagai sebuah berita, itu adalah namun sangat penting sebagai indikator utama dari manufaktur dan penjualan ritel.

Persediaan Grosir termasuk mobil, yang digunakan dalam perhitungan suatu bangsa yang Gross Domestic Product (GDP). Setumpuk-up dari barang yang tidak terjual (peningkatan persediaan grosir) adalah tanda stagnasi ekonomi, mengurangi pengeluaran konsumen dan akhirnya akan mengarah pada penurunan penjualan retail. Situasi ini USD negatif. Sebaliknya, lebih rendah dari konsensus jumlah persediaan grosir dipandang sebagai USD positif karena sinyal pengeluaran konsumen yang lebih dan bisnis yang lebih baik untuk pengecer dan akhirnya grosir.

Kesimpulan

Hal ini juga penting untuk membandingkan angka saat ini dengan yang lalu. Apakah ada sedikit peningkatan dalam Wholesale Inventories angka, atau apakah ada stagnasi atau penurunan langsung? Juga penting dalam perhitungan adalah rasio persediaan-penjualan. Pola angka yang sebenarnya akan memberikan indikasi apakah ekonomi tumbuh dari kontribusi aktivitas grosir atau tidak.